Reyoet: Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan
Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), bersama Poltekes Kemenkes RI,
berhasil memanfaatkan potensi ikan bilih (Mystacoleuseus Padangensis)
untuk membantu mengobati penyakit anak pendek (stunted).
Pihak Poltekes Kemenkes RI, yang diketuai Eva Yunirith di Arosuka,
Kamis, menyebutkan berdasarkan hasil penelitian, ikan bilih adalah ikan
spesifik yang terdapat hanya di Danau Singakarak dan Danau Maninjau,
memiliki keunggulan utama dibanding ikan lain yaitu kadar zink yang
tinggi yang mencapai 173,29 ppm atau setara dengan 17,329 mg/100g,
kandungan itu jauh lebih tinggi dari kandungan zink dari hati sapi atau
unggas.
Penggunaan ekstrak ikan bilih sebagai bahan pangan lokal
berkualitas untuk suplementasi zink organik perlu dikembangkan sebagai
upaya percepatan penanggulangan masalah anak stunted di Sumbar,"
katanya.
Ia menjelaskan, penyakit anak pendek (stunted) tidak
hanya berdampak pada pertumbuhan fisik yang lebih pendek, namun juga
dapat menghambat perkembangan psikomotor dan kognitif.
selain itu,
stunted juga beresiko tinggi menderita kombinasi dari gangguan penyakit
kardiovaskular dan diabetes (syndrome metabolic).
Suplemen zink
yang dikandung ikan bilih dapat meningkatkan pertumbuhan jaringan
tulang, serta memperkuat matriks tulang, katanya seperti dikutip dari Antara, Minggu (6/10/2013).
Kepala
Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Solok, Iryani M
mengatakan, kandungan suplemen zink yang tinggi pada ikan bilih dapat
dimanfaat untuk menekan kasus penyakit anak pendek di Sumbar.
Ia
menyebutkan, pada tahun 2010 penderita anak pendek sebanyak 39,1 persen,
jumlah itu lebih tinggi dibandingkan tahun 2007 yang hanya 36,2 persen.
Sedangkan
di Kabupaten Solok, tahun 2007 prevalensi anak pendek ini mencapai 36,2
persen, dan naik pada tahun 2010 menjadi 40,39 persen.
"Kami
menyadari di Kabupaten Solok masih banyak anak-anak yang terbilang
kurang gizi terutama menyangkut pertumbuhan fisiknya, terutama dengan
adanya pemanfaatan ikan bilih ini masyarakat dapat terbantu," kata
Iryani.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH