Reyoet, Beijing: Koki Xiao Shan yang sedang
memegang penis kuda sepanjang setengah meter dengan percaya diri bahan
itu paling lezat dan bisa meningkatkan libido pria. Ia saat itu sedang
menyiapkan hidangan penis di sebuah restoran di Beijing.
Memang penis dan testikel dari keledai, kambing, anjing, banteng, dan
rusa, termasuk menu yang disajikan di restoran itu seharga US$ 200.
"Tekstur
(kuda) dan rasanya dua-duanya sangat enak. Ini juga baik untuk
kesehatan," kata Xiauo yang sudah menyajikan menu kelamin binatang sejak
usia 13 tahun. Ia menggunakan keterampilan yang diturunkan dari
beberapa generasi di keluarganya seperti dikutip bangkokpost, Minggu (6/10/2013).
Organ-organ itu didapatnya dari medan yang paling liar di Asia. Organ kemudian dicincang dan diatur diantara selada.
"Restoran
spesialis penis di China itu menyajikan hidangan unik yang paling
populer di kalangan pebisnis dan pejabat pemerintahan," kata Manajer
Cabang Chaoyang, Li Yanzhi.
Menurutnya, sebagian besar
pelanggannya adalah pria dan banyak yang mencari agar kehidupan seksnya
makin hebat. Restoran itu juga menyajikan organ dari yak dan ular yang
memiliki dua penis.
"Orang-orang China percaya kita dapat mengisi
bagian yang berbeda dari tubuh kita dengan menggunakan bahan yang sama,
yang berarti apa pun yang Anda makan bergizi untuk bagian tubuh Anda,
"Makan penis dan testikel bisa membuat pria lebih kuat dan menikmati kehidupan seks yang indah," kata Li.
Tidak ada bukti ilmiah ortodoks untuk klaim tersebut, tetapi ada berbagai versi tawaran serupa di seluruh Asia.
Sebuah
bisnis di Pakistan, di Lahore, menyajikan hidangan yang berasal dari
kambing cincang dan hati domba, otak, ginjal, dan testisnya.
"Pada
dasarnya pria makan itu sehingga menjadi kuat di tempat tidur," kata
Fasher Hayat, seorang koko yang menyajikan makanan di restoran pinggir
jalan,
"Otak memberikan energi untuk kepala , sedangkan testis memiliki kekuatan mereka sendiri," katanya.
Darah Ular
Sementara di Jakarta, pria yang ingin meningkatkan kinerja seksualnya berduyun-duyun ke warung untuk minum darah ular.
Pelanggan
yang ingin mencicipinya cukup membayar Rp 70 ribu. Penjual akan
mengangkut ular itu keluar dengan hati-hati dan memotong kepalanya
dengan pisau daging. Tubuh ular tanpa kepala itu kemudaian di arahkan
vertikal sehingga memungkinkan darah menetes ke gelas.
Darah ular
itu kemudian ditambahkan sesendok madu agar rasanya lebih manis. Darah
ini tak hanya dipandang sebagai pedongkrak kejantanan, tapi juga sebagai
obat diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit lain.
Tentu,
penelitian lebih lanjut perlu dilakukan. Semua klaim yang menyebutkan
manfaat itu lebih bersifat empiris, keluar dari pengalaman orang-orang
tertentu dengan jumlah yang tidak terukur berapa. Bila Anda tidak peduli
dengan penelitian ilmiah, mencobanya sesekali tidak dilarang. Banyak
pun silakan karena tidak membahayakan.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH