Reyoet, New York: Ada minuman soda, minuman olahraga, dan minuman energi. Apa sebenarnya beda antara ketiga jenis minuman ini?
Minuman soda biasanya terdiri dari air, gula, dan pemberi rasa.
Minuman ini tak memberi efek apa pun untuk tubuh Anda, karena hanya
memberi rasa jadi enak pada minuman.
Berbeda dengan minuman
olahraga (sport drink) yang didesain untuk mengisi cairan yang hilang
selama beraktivitas. Biasanya, minuman olahraga mengandung air,
elektrolit, dan gula. Sementara pada minuman energi ditambahkan kafein
di dalamnya untuk meningkatkan stamina dan kinerja peminumnya.
Minuman
energi sebenarnya sebagian besar energinya dari gula dan kafein.
Minuman energi dirancang untuk siswa, atlet, dan orang-orang yang ingin
mendapat tendangan energi ekstra.
Seperti dikutip Howstuffwork, Sabtu (2/11/2013), minuman energi menjadi populer di Asia jauh sebelum
tiba di Amerika Serikat. Pada 1962, perusahaan Jepang, Taisho, merilis
minuman Lipovitan D. Ini dirancang untuk membantu karyawan yang bekerja
keras baik siang maupun malam. Lipovitan D mengandung taurin, bahan yang
sama ditemukan dalam kebanyakan minuman energi pada saat ini.
Meskipun
produsen mengklaim bahwa minuman berenergi dapat meningkatkan daya
tahan dan kinerja, banyak ahli kesehatan tak setuju. Setiap dorongan
yang Anda dapatkan dari minum itu semata-mata dari gula dan kafein.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH