Reyoet, Jakarta: Perusahaan konsultan Amerika Serikat, Mercer Consultant, seperti dilansir Yahoo Finance,Minggu (3/11), merilis laporan tahunan tentang biaya hidup di berbagai
kota besar. Laporan tersebut berisi perbandingan biaya hidup di 214
kota, termasuk tempat tinggal, transportasi, makanan, pakaian, kebutuhan
rumah tangga, dan hiburan.
"Kami membandingkan biaya di lebih dari 200 item lokasi, termasuk tempat tinggal, transportasi, makanan, pakaian, kebutuhan rumah tangga, dan hiburan," kata Senior Research Nathalie Constantin-Metral dalam video di websitenya.
"Kami membandingkan biaya di lebih dari 200 item lokasi, termasuk tempat tinggal, transportasi, makanan, pakaian, kebutuhan rumah tangga, dan hiburan," kata Senior Research Nathalie Constantin-Metral dalam video di websitenya.
Menurut laporan itu, sejumlah kota di Eropa mengalami penurunan biaya
hidup bagi ekspatriat. Hal ini dikarenakan krisis finansial yang terjadi
di Benua Biru belakangan ini. Sementara di Asia dan Amerika justru
mengalami kenaikan biaya hidup, yang dipicu penguatan mata uang lokal.
Berikut empat kota dengan biaya hidup termahal:
1. Tokyo, Jepang.
Tokyo ditetapkan sebagai kota dengan biaya hidup termahal di dunia. Hal
ini lantaran adanya kenaikan suku bunga akibat bencana gempa bumi dan
tsunami pada tahun lalu.
Laporan Mercer Consultant menyatakan bahwa beberapa kota di Jepang telah
mengalami kenaikan biaya hidup seiring dengan menguatnya mata uang Yen
terhadap Dollar AS.
Berikut ini rincian biaya hidup di kota ini: biaya sewa kamar apartemen
mewah Rp 44, 6 juta per bulan; harga secangkir kopi Rp 76 ribu; bensin
Rp 16 ribu per liter; harga koran harian Rp 58 ribu; dan harga sebungkus fastfood Rp 76 ribu.
2. Luanda, Angola
Luanda merupakan kota terkaya kedua di Angola. Kota ini juga terkenal
sebagai produsen minyak terbesar kedua di Afrika. Sebesar 95% minyak
negara dihasilkan di kota dengan tingkat kenaikan inflasi sebesar 11%
per tahun ini.
Kota ini ditetapkan sebagai kota termahal dengan harga rata-rata sewa
apartemen mencapai USD 6.500 per bulan. Kota ini juga merupakan penerima
terbesar dari investor asing di Afrika.
Berikut ini rincian biaya hidup di kota ini: biaya sewa kamar apartemen
mewah Rp 62,5 juta per bulan; harga secangkir kopi Rp 35 ribu; bensin Rp
5 ribu per liter; harga sebuah koran harian Rp 50 ribu; dan harga
sebungkus fastfood Rp 183 ribu.
3. Osaka, Jepang.
Osaka merupakan kota terbesar kedua setelah Tokyo. Kehidupan kota ini
difokuskan pada pada sektor industri dan manufaktur, dengan jumlah
penduduk sebanyak 2,87 juta jiwa.
Mayoritas penduduknya merupakan pekerja di kedua sektor ekonomi
tersebut, sehingga mereka mampu mendukung perekonomian kota, bahkan
Jepang. Tingginya biaya hidup di Osaka juga disebabkan oleh banyaknya
para pendatang, baik dari kota-kota sekeliling Osaka maupun dari luar
negeri yang merupakan pekerja dari sektor industri.
Sebanyak 1,1 juta orang tercatat menjadi pekerja di kedua sektor
tersebut di Osaka. Berikut ini rincian biaya hidup di kota ini: biaya
sewa kamar apartemen mewah Rp 28 juta per bulan; harga secangkir kopi
Rp 64 ribu; bensin Rp 15 ribu per liter; harga sebuah koran harian Rp 58
ribu; dan harga sebungkus fastfood Rp 76 ribu.
4. Moskow, Rusia.
Moskow merupakan kota dengan biaya hidup tertinggi di Eropa dan secara
stabil menempati posisi kota keempat dengan biaya hidup tertinggi di
dunia sejak 2010. Hampir sama dengan Tokyo, Moskow merupakan pusat
bisnis dan pusat pemerintahan, sehingga kota ini memiliki daya tarik
yang paling besar dibandingkan kota-kota lainnya di Rusia.
Selain itu, Moskow juga merupakan tempat tinggal dari para jutawan Rusia
yang memiliki bisnis mulai dari sektor properti sampai dengan sektor
tambang. Berikut ini rincian biaya hidup di kota ini: biaya sewa kamar
apartemen mewah Rp 38,6 juta per bulan; harga secangkir kopi Rp 77
ribu; bensin Rp 8 ribu per liter; harga sebuah koran harian Rp 90 ribu;
dan harga sebungkus fastfood: Rp 61 ribu.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH