Reyoet: Banyaknya pedagang jamu nakal yang
mencampurkan bahan kimia obat membuat Kepala Unit Pengobatan Integritas
Rumah Sakit Darmais, dr. Akdrin Nelwan Sp. AK., MARS., MKes., M.Biomed
mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan cermat memilih jamu.
"Menurut
Riset Kesehatan Dasar 2011 sebanyak 19,41 persen sampel obat
tradisional yang ditemukan BPOM tidak memenuhi syarat dengan
ditemukannya kandungan bahan kimia obat yang berbahaya," kata dr.
Aldrin, Minggu (10/11/2013).
Menurut dr. Aldrin jamu palsu dirasakan dari reaksinya, jika semakin memburuk maka itu dikatakan palsu.
Selain
dr. Aldrin, Kasubdit Bina Produksi dan Distribusi Obat-obatan dan
Tradisional, dra. Nadira Rahim, Apt. Mkes juga mengatakan agar
masyarakat hati-hati meminum jamu.
Untuk itu dra. Nadira berbagi
kiat memilih obat tradisional. "Perhatikan labelnya, pada label harua
memuat nama produk, logo, nomor izin edar, tanggal kedaluwarsa,
komposisi bahan, aturan pakai, jumlah tiap wadah, peringatan, khasiat,
nomor kode produksi dan nama perusahaan," kata dra. Nadira.
Ketua
Usaha Jamu Gendong Lestari, Lasmi juga berbagi tips membedakan jamu asli
dan palsu dilihat dari rasa. "Kalau jamu asli itu tidak lengket di
tenggorokan seperti minum air putih biasa saja, aromanya juga wangi
tidak tengik itu yang membedakan dengan yang palsu," kata Lasmi.

No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA SANGAT KAMI HARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN BLOG INI, TERIMA KASIH