Wednesday, December 4, 2013

Ketika Suami-Istri Punya Gairah Bercinta yang Tidak Sejalan

Reyoet, Jakarta: Setelah masa bulan madu berlalu dan pasangan mulai mengenal lebih dalam, termasuk dalam urusan bercinta, di sinilah bisa terungkap ternyata Anda dan suami punya perbedaan. Misalnya saja, Anda sebenarnya tipe orang yang sudah merasa puas dengan bercinta satu minggu sekali, sementara pasangan ingin dua kali sehari.



Sebenarnya perbedaan ini sah-sah saja dan selama tidak menyebabkan pernikahan menjadi bermasalah, tidak perlu ada yang dipusingkan. Tapi bagaimana kalau ternyata perbedaan gairah bercinta ini menimbulkan masalah? Psikolog Phil McGraw atau yang lebih populer dengan nama Dr. Phil mengatakan hubungan seksual yang sehat seharusnya memuaskan bukan hanya satu pihak saja.

Berikut ini saran dari psikolog yang populer setelah tampil di acara Oprah Winfrey Show itu untuk mengatasi gairah seks pasangan yang tidak matching ini:

- Kalau hubungan seksual Anda dan suami tidak sesuai dengan keinginan, stop mengeluh dan mulai katakan apa yang Anda mau. Tapi sebelum mengungkapkan apa yang Anda inginkan itu, coba identifikasi dulu apa kebutuhan Anda yang tak terpenuhi. Saat mengobrol dengan pasangan, coba katakan dengan lebih spesifik dan detail.

- Apakah Anda tahu apa yang pasangan mau? Kalau tidak cari tahulah. Mungkin Anda dan pasangan tidak terlalu berbeda jauh, seperti yang Anda pikirkan. Komunikasikan segala sesuatunya saat Anda dan pasangan tenang. Jangan saling menyalahkan dan bicaralah secara jujur.

- Membina hubungan berarti Anda harus siap bernegosiasi dan kompromi. Negosiasikan apa yang Anda dan pasangan memang saling sepakat. Kalau ternyata saat sudah dijalankan rencana itu tidak membuat Anda puas, duduk bersama dan negosisiakikan lagi. Yang perlu diingat, jarang ada pasangan punya level gairah bercinta sama. Jadi bernegosisasilah hingga menemukan jalan tengah yang sama-sama membahagiakan.

- Jangan jadikan seks sebagai fondasi hubungan pernikahan Anda. Yang Anda perlukan adalah cinta, kasih sayang dan saling peduli, baru seks bisa jadi refleksi semua itu.

- Setiap orang punya bahasa cinta yang berbeda. Misalnya, ketika pasangan bilang, 'aku sudah mencuci piring' bisa jadi itu maksudnya dia ingin mengatakan 'aku cinta kamu'. Kenali apakah Anda dan pasangan sudah saling memahami bahasa cinta masing-masing, termasuk soal seks.

- Jangan salah gunakan seks. Misalnya untuk merayu pasangan untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Seks seharusnya jadi perwujudan rasa sayang dan peduli Anda pada pasangan.

- Ingatlah, faktor yang paling penting bukan kuantitas, tapi kualitas.

- Setiap pilihan selalu ada konsekuensinya. Contohnya, kalau Anda lebih memilih pekerjaan ketimbang keluarga, tentunya investasi Anda pada hubungan seks sangat kecil. Jadi ubahlah pilihan Anda itu kalau Anda ingin mendapatkan konsekuensi yang berbeda. Kalau Anda merasa terlalu lelah karena pekerjaan, cobalah delegasikan tugas Anda agar Anda punya waktu untuk seks.

- Sudahkah Anda membuat pasangan mood? Cobalah berusaha lebih kerasa untuk memotivasi, menginspirasi, merayu pasangan. Untuk para suami misalnya, sesekali biarkan istri untuk memiliki 'me time' sehingga dia bisa rileks dan tentu saja mood untuk bercinta.

Followers