Friday, December 27, 2013

Plus Minus Kue Jahe yang Jadi Favorit Saat Natal

Reyoet, New York: Pada perayaan besar seperti Natal, tak lengkap rasanya bila tidak ada kue kering jahe berbentuk manusia. Selain rasanya yang gurih dan penuh rempah, banyak orang percaya kue ini juga baik untuk kesehatan. Benarkah?

Menurut U.S. Department of Agriculture's dietary guidelines, kue jahe memiliki kadar lemak dan gula yang cukup tinggi, tetapi kue ini juga ternyata mengandung beberapa nutrisi penting. Seperti dikutip laman Livestrong, Rabu (25/12/2013) berikut ini penjelasannya:

1. Kalori dan Lemak
Kue jahe berfungsi sebagai sumber kalori karena satu kue jahe mengandung 252 kalori dan 7,3 gram lemak. Sehingga meskipun lemak berfungsi sebagai sumber energi, tapi ketika Anda makan berlebihan akan membuat Anda gemuk juga. 

2. Gula
Kue jahe juga mengandung gula yang tinggi atau sekitar 10,9 gram gula per porsi. Gula ini dapat meningkatkan tingkat keasaman dalam mulut Anda sehingga dapat melarutkan enamel gigi dan artinya kue ini bisa menyebakan kerusakan gigi. Karena itu tinggi kalori, gula juga berkontribusi terhadap obesitas , dan mungkin meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Tapi meskipun kue jahe memiliki kelemahan, namun kue ini memiliki beberapa nilai gizi seperti meningkatkan zat besi dan zat penting lain yang dibutuhkan tubuh. 

Hal positif yang ada di kue jahe:
1. Zat besi
Kue jahe mengandung 2 miligram zat besi. Seperti diketahui, besi berperan penting dalam produksi energi dan membantu sel darah merah membawa oksigen ke sistem jaringan tubuh Anda. Selain itu, besi juga terlibat dalam penyembuhan luka dan yang juga mendukung metabolisme Anda.

2. Vitamin
Kue jahe juga mengandung niacin (berfungsi dalam pengembangan sel sehat, mengendalikan aktivitas gen dan membantu dalam komunikasi sel -sel) serta folat (vitamin yang diperlukan untuk produksi sel darah merah dan pertumbuhan sel sehat).

Followers