Saturday, January 11, 2014

Dibanding Wine, Miras Oplosan Lebih Membahayakan

Reyoet: Minuman keras (miras) oplosan memiliki dampak lebih berbahaya dibandingkan dengan minuman alkohol lainnya. Hal ini karena kandungan alkoholnya berbeda. Pada miras oplosan kebanyakan orang mencampur dengan metanol bukan etanol.

"Etanol dan metanol merupakan jenis alkohol. Masih satu golongan namun rumus kimianya beda kalau etanol adalah C2H5OH sedangkan metanol berumuskan CH3OH. Sifatnya juga berbeda, kalau metanol bukan untuk konsumsi namun etanol masih digunakan untuk minuman beralkohol seperti bir, wine dan lain-lain," kata Apoteker, Abdul Mutholib S. Farm, Apt saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (11/1/2014).

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Farmasi Rumah Sakit Fatmawati, Ahmad Subhan. Menurutnya, etanol bisa diperoleh dari hasil fermentasi karbohidrat sehingga digunakan untuk campuran minuman seperti wine.

"Methanol itu lebih berbahaya dan ini yang biasanya digunakan untuk campuran miras oplosan. Kalau etanol sifatnya masih bisa dikonsumsi namun dengan batasan yang ideal yaitu dibawah 5 persen, kenapa wine itu tidak menyebabkan kematian karena kan mereka itu alkoholnya dari fermentasi karbohidrat atau anggur sehingga tidak mematikan. Namun terlalu banyak juga tidak dianjurkan," kata Ahmad.

Ahmad menambahkan metanol memiliki sifat yang lebih beracun dan biasanya dipakai sebagai bahan bakar seperti spiritus yang berwarna biru itulah metanol. "Metanol murni itu tidak bewarna namun sulit mendapatkannya dan tidak sembarangan penggunaannya. Pewarna pada metanol atau spiritus itu bertujuan untuk tanda bahwa tidak bisa dikonsumsi, efek keracunan itu biasanya terjadi satu atau dua jam setelah mengonsumsinya," katanya.

Menurut Ahmad tanda seseorang keracunan metanol yaitu mengeluarkan busa dari mulut, pupil membesar dan gagal napas. "Para peminum miras oplosan akan merasakan sensasi terbakar dan menyebabkan kematian jaringan, kegagalan sistem saraf pusat. Selain itu akan menyebabkan gagal ginjal, katarak karena pupul mata membesar, rusaknya lambung, metabolisme tubuh menurun, rusaknya saluran pencernaan, enzim dalam tubuh rusak dan bisa menyerang otak," kata Ahmad.

Abdul pun memiliki pendapat yang sama, "Spiritus atau metanol sangat mudah diserap tubuh. Dalam lever metanol dioksidasi menjadi formalin kemudian menjadi asam format, sehingga menyebabkan kerusakan organ vital dan ada efek toksik lain pada tubuh," ujar Abdul.

Ahmad menambahkan metanol dibuat dari destilasi kayu, karena itu sering disebut juga alkohol kayu, cairan ini banyak dipakai pada industri sebagai starting material atau sebagai bahan kimia seperti folmaldehid, asam asetat, metakrilat dan etilen glikol. 

"Maka dari itu efek metanol itu lebih berbahaya dan bisa berdampak seumur hidup karena terserap dalam tubuh. Sedangkan etanol yang digunakan pada minuman beralkohol seperti wine sudah terdaftarkan dan diketahui kadar alkoholnya kalau di bawah lima persen masih aman," kata Ahmad.

Followers