Friday, July 4, 2014

Puasa Bukan Sarana Detoksifikasi Tubuh

Reyoet, Jakarta: Banyaknya ahli yang berpendapat bahwa puasa sangat bermanfaat bagi kesehatan, ternyata belum cukup mampu menyebut puasa bisa menghilangkan racun di tubuh.

Dilansir WebMD, Rabu (4/7/2014) para ahli menyanggah mengenai hal ini. Salah seorang ilmuwan Joel Fuhrman MD, penulis buku "Eat to Live: The Revolutionary Plan for Fast and Sustained Weight Loss and Fasting and Eating for Health" bersikeras bahwa hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menyebutkan bahwa puasa bisa detoksifikasi tubuh. 


"Masalah puasa bisa membersihkan racun di tubuh tidak memiliki dasar biologis karena tubuh akan baik dengan sendirinya. Hati sebagai pusat detoksifikasi alami, paru-paru, usus besar, ginjal, kelenjar getah bening dan kulit berfungsi membuang racun di tubuh," kata Fernstrom.

Tapi Fuhrman, ilmuwan yang pernah meneliti manfaat puasa pada pasiennya mengatakan bahwa puasa tidak bisa dijadikan pengobatan. Menurutnya, tubuh kita tidak mampu membersihkan diri dari racun ketika makan sembarangan.

"Kebanyakan orang Amerika menganggap puasa bisa membuatnya sehat. Padahal 51 persen orang Amerika makan dari makanan olahan dan makanan rendah fitokimia dan antioksidan. Jadi pasti ada banyak penumpukan plimbah dalam sel yang terkumpul di jaringan dan menyebabkan aterosklerosis, penuaan, diabetes, kerusakan saraf, dan kerusakan organ," jelas Fuhrman
Fuhrman beranggapan bahwa puasa hanyalah salah satu solusi yang paling efektif menghilangkan produk-produk limbah tersebut.

"Bagaimana puasa bisa mengeluarkan racun dari dalam tubuh? Ketika Anda pergi tanpa makan selama lebih dari satu atau dua hari, tubuh akan masuk dalam kondisi ketosis. Ketosis terjadi ketika tubuh kehabisan karbohidrat untuk membakar energi, sehingga energi didapat dari cadangan lemak. Dan lemak merupakan tempat menyimpan banyak racun," jelasnya.

Followers