Friday, January 10, 2014

Dokter Tak Nyaman Bicara Seks dengan Pasien Remaja

Reyoet, London: Dokter ternyata sangat jarang yang bicara tentang seks ke pasien yang masih remaja. Rata-rata itu hanya berlangsung selama 36 detik.

Parahnya, dokter Asia yang 90 persen yang jarang melakukannya dibandingkan dokter lainnya untuk membicarakan isu-isu yang berhubungan tentang seks ke pasiennya.

"Untuk remaja yang mencoba memahami seks dan seksualitas, tak berbicara tentang seks bisa memiliki implikasi besar," kata Penulis Stewart Alexander, Profesor Kedokteran di Duke University seperti dikutip Business-standard, Jumat (10/1/2014).

Peneliti menganalisa rekaman audio dari 253 remaja antara usia 12-17 tahun yang mengunjungi dokter. Hasilnya, dokter yang membahas seks hanya 65 persen dari kunjungan dan percakapan hanya berlangsung rata-rata 36 detik.

Dalam 35 persen kunjungan, topik seks tidak dibahas sama sekali. Demikian hasil penelitian yang diterbitkan dalam JAMA (Journal of American Medical Association) Pediatrics.

Menurut peneliti, anak-anak perempuan kemungkinannya lebih dari dua kali dibanding anak laki-laki untuk berbicara tentang seks lebih lama. "Ini mungkin karena dokter melihat gadis-gadis lebih rentan terhadap konsekuensi dari seks, terutama kehamilan dan infeksi menular seksual," jelas para peneliti.
"Sulit bagi dokter mengobati remaja dan membantu mereka membuat pilihan yang sehat tentang seks jika mereka tak melakukan percakapan ini," peringat Alexander.

Pada penelitian tersebut, para ilmuwan menyimpulkan dokter tak bisa menunggu pasien memulai diskusi tentang sek. Mereka harus proaktif dalam menangani masalah seksualitas dengan remaja.

Followers